KABAR BANGGAI – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk sukses melakukan kegiatan budidaya tanaman hortikultura. Kegiatan budidaya yang dilakukan sudah memasuki masa panen. Adapun hasil yang dipanen berupa tomat, pada Senin (15/9/2025).
Pencapaian ini mendapat sanjungan dari Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun. “Kepada Warga Binaan, kami salut atas usaha dan ketekunan dari perawatan hingga puncak panen.
Tomat tumbuh dengan buah kualitas baik, menandakan pemberian pupuk dan perawatannya tepat,” ucap Bahrun.

Ia menjelaskan, sebagai upaya optimalisasi ketahanan pangan dalam 13 Program Akselerasi yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, Lapas Luwuk tidak hanya menjadikan tomat sebagai komoditas, tetapi juga melakukan diversifikasi lahan untuk tanaman jagung, tomat, terong, sawi dan kangkung serta kelapa.
“Lapas Luwuk yang memiliki lahan pada area dalam Lapas dan luar Lapas yang luasnya secara keseluruhan mencapai 3 hektar ini, sebagiannya kami transformasikan menjadi lahan pertanian dengan berbagai jenis sayuran maupun tanaman pangan. Oleh karena itu, kedepannya masih akan ada lagi panen-panen yang lain,” tuturnya.
Hasil panen ini akan digunakan di dapur lapas melalui vendor bahan makan (Pihak ketiga), selain itu, hasil panen di lapas biasanya dijual di ruangan kunjungan dan dibagikan ke keluarga Warga Binaan sebagai bantuan sosial (bansos).
Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan memberikan apresiasi atas berhasilnya program pembinaan di Lapas Luwuk.
“Budidaya yang sukses akan menghasilkan hasil panen yang maksimal, sehingga program ketahanan pangan yang sama-sama kita upayakan akan terwujud” ucap Bagus. Red-Humas/Lapas Luwuk.







