Bekal Kemandirian, Warga Binaan Lapas Luwuk Sukses Panen Sayur

KABAR BANGGAI  – Mendukung penuh 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan, Lapas Kelas IIB Luwuk menggelar panen sayuran hasil binaan kemandirian, Rabu (13/05).

Dalam panen kali ini, puluhan kilogram sayuran konvensional dan hidroponik berhasil diproduksi, yang kemudian didistribusikan untuk kebutuhan internal dapur Lapas serta dipasarkan secara luas kepada masyarakat pengunjung.

banner 900x250

Dalam kegiatan panen kali ini, Warga Binaan berhasil memanen sayur sawi sebanyak 35 kilogram, bayam 5 kilogram, dan kangkung 5 kilogram.

Selain itu, pada area pertanian hidroponik juga berhasil dipanen sayuran pakcoy sebanyak 5 kilogram. Sebagian hasil panen, yakni 23 kilogram sawi, dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas melalui vendor penyedia bahan makanan, sedangkan hasil panen lainnya dipasarkan kepada para pengunjung Lapas.

Program pertanian tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang secara aktif dikembangkan oleh Lapas Luwuk guna membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.

Salah seorang Warga Binaan berinisial A yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku merasa senang dan mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti program pembinaan pertanian. “Kami merasa bangga karena hasil kerja kami bisa dimanfaatkan dan dijual.

Baca Juga Berita Ini:  Sebanyak 45 Narapidana di Lapas Luwuk Dapat Pengusulan Remisi Natal 2024

Dari kegiatan ini kami belajar disiplin, cara bercocok tanam, dan bagaimana bekerja sama. Semoga ilmu ini bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat nanti,” ungkapnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian yang dijalankan merupakan bagian dari upaya pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga peningkatan keterampilan dan produktivitas Warga Binaan.

“Program ini menjadi sarana pembinaan yang positif bagi Warga Binaan agar mereka memiliki keterampilan dan semangat produktif selama menjalani masa pembinaan.

Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin 8 terkait penguatan ketahanan pangan,” ujar Muhammad Bahrun.

Lebih lanjut, Kalapas menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan program pembinaan pertanian baik secara konvensional maupun hidroponik agar hasil yang diperoleh semakin optimal dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas.

Baca Juga Berita Ini:  Warga Palang Puskesmas Lobu Dengan Pagar Bambu, Klaim Milik Pribadi!

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan memberikan apresiasi atas konsistensi Lapas Luwuk dalam melaksanakan program pembinaan yang produktif dan berdampak positif bagi Warga Binaan.

“Kami mengapresiasi upaya Lapas Luwuk yang terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif dan produktif.

Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa pembinaan di dalam Lapas dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan,” ungkap Kakanwil Bagus.

Kegiatan panen berlangsung dengan lancar, tertib, dan aman serta mendapat antusias tinggi dari Warga Binaan yang terlibat dalam program pembinaan pertanian.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Luwuk terus berupaya menciptakan pembinaan yang humanis, produktif, dan bermanfaat sebagai bekal reintegrasi sosial bagi Warga Binaan di masa mendatang. Red-Humas/Lapas Luwuk.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *