Banjir Rob Terjang Sabang, Puluhan Rumah Terendam dan Warga Minta Pemecah Ombak

KABAR BANGGAI – Banjir rob kembali menerjang wilayah pesisir Kabupaten Banggai Kepulauan. Kali ini, Kelurahan Sabang, Kecamatan Bulagi Utara, menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat gelombang pasang disertai angin kencang, Kamis (22/1/2026) sore.

Gelombang laut yang tinggi menghantam kawasan pesisir dan menerobos masuk ke permukiman warga. 

Air laut menggenangi rumah-rumah warga hingga setinggi lutut orang dewasa, memaksa sebagian warga untuk menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi. 

Kondisi semakin diperparah oleh angin kencang yang mulai bertiup sejak pukul 16.00 WITA dan kembali memicu terjangan ombak pada Kamis malam.

Tidak hanya permukiman warga, banjir rob juga berdampak pada akses transportasi. Ruas Jalan Trans Peling yang melintasi wilayah tersebut turut terdampak, menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan menyulitkan aktivitas masyarakat setempat.

Kelurahan Sabang sejatinya telah memiliki tanggul penahan ombak. Namun, tingginya gelombang laut membuat air tetap meluap dan masuk ke kawasan permukiman. 

Baca Juga Berita Ini:  Imigrasi Banggai Perkuat Pencegahan TPPO Lewat Desa Binaan di Bangkep

Warga menilai, kondisi tanggul yang ada belum cukup mampu menahan gempuran ombak pasang yang kerap terjadi, terutama saat cuaca ekstrem.

Salah satu warga Kelurahan Sabang, Hari Purnama, membenarkan kejadian tersebut. Ia berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk memperkuat perlindungan pesisir. Biasanya blok beton berbentuk kubus yang ditempatkan di depan tanggul pantai. Ujarnya.

Struktur ini bekerja dengan mengandalkan berat massanya sendiri untuk memecah dan meredam energi gelombang laut sebelum mencapai daratan, sehingga mampu mengurangi risiko banjir rob.

Kelurahan Sabang berjarak sekitar 85 kilometer dari Salakan, ibu kota Kabupaten Banggai Kepulauan, dengan waktu tempuh kurang lebih tiga jam perjalanan darat. 

Wilayah ini juga tidak jauh dari Desa Luk Panenteng, yang dikenal sebagai kawasan wisata dengan destinasi unggulan seperti Danau Paisu Pok dan Pantai Poganda. 

Baca Juga Berita Ini:  50 Anggota Polda Sulteng Lolos Seleksi SIP, Dua dari Polres Bangkep

Kondisi banjir rob ini dikhawatirkan turut berdampak pada aktivitas pariwisata di wilayah sekitar.

Selain Kelurahan Sabang, gelombang pasang dan angin kencang juga menerjang Desa Ombuli, Kecamatan Bulagi Utara. 

Di desa tersebut, tercatat sebanyak 32 Kepala Keluarga dengan total 190 jiwa terdampak, serta 32 rumah warga terendam banjir rob. Air laut menggenangi sebagian rumah dan halaman warga, meskipun tidak sampai memaksa warga mengungsi.

Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan Komisi II, Erik Lau, menekankan pentingnya langkah penanggulangan jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang. 

Ia menyampaikan beberapa upaya yang perlu dilakukan, di antaranya pembangunan tanggul pantai yang lebih kokoh, pembuatan sistem drainase yang baik, penanaman bakau atau mangrove sebagai penahan ombak alami, serta memastikan peralatan peringatan dini dari BMKG berfungsi optimal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *