KABAR BANGGAI – Masa kepemimpinan Bupati Banggai Amirudin Tamoreka (AT) dan Wakil Bupati Furqanuddin Masulili (FM) selama satu periode dinilai gagal menekan angka kemiskinan di Kecamatan Toili.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa hingga tahun 2022, jumlah masyarakat miskin di Kecamatan Toili mencapai 6.148 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 15.168 jiwa. Sementara di Kecamatan Simpang Raya, tercatat 2.088 KK atau 5.988 jiwa yang masih berada dalam kategori miskin.
Hingga saat ini, belum ada perubahan signifikan terhadap angka tersebut. Bahkan, diperkirakan jumlah masyarakat miskin justru bertambah akibat kebijakan ekonomi dan pembangunan yang dianggap tidak tepat sasaran.
Kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Banggai di bawah kepemimpinan AT-FM dinilai tidak berpihak pada kesejahteraan masyarakat kecil dan lebih banyak menguntungkan kelompok tertentu.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan warga Kecamatan Toili, yang notabene merupakan kampung halaman Bupati AT. Banyak warga yang merasa telah dikecewakan oleh janji-janji kampanye yang tidak pernah terwujud.
Akibatnya, menjelang Pilkada 2024, mayoritas masyarakat di wilayah tersebut mulai berpaling dan mencari pemimpin baru yang lebih kompeten serta mampu menghadirkan perubahan nyata.
Seorang aktivis dari Lingkar Gerakan Rakyat (LARRA), Ancu, turut angkat bicara mengenai permasalahan ini. Ia mengingatkan masyarakat Toili dan Simpang Raya agar tidak mudah terbuai oleh janji-janji politik yang belum tentu terealisasi.
“Jangan lagi mau diperdaya dengan janji manis yang sudah terbukti gagal. Lihatlah kondisi kita sekarang, apakah ada perubahan yang signifikan? Masyarakat harus lebih cerdas dalam memilih pemimpin,“ ujar Ancu dengan nada tegas.
Kritik terhadap kepemimpinan AT-FM semakin kuat menjelang Pilkada Banggai 2024. Banyak pihak mempertanyakan efektivitas kebijakan yang diterapkan selama satu periode terakhir, terutama dalam aspek kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Banggai terkait meningkatnya angka kemiskinan di Kecamatan Toili dan Simpang Raya. Namun, suara masyarakat sudah semakin jelas: mereka menginginkan perubahan.
Dengan kondisi ini, apakah AT-FM masih layak memimpin Banggai untuk periode kedua? Warga Toili sudah menentukan sikap—mereka ingin pemimpin baru yang benar-benar peduli terhadap kesejahteraan rakyat!***













