Anak-anak Gaza Akan Menuntut Tanggung Jawab Kita Kelak

Oleh : Zulfa Khaulah, S.Pd (Aktivis Muslimah)

KABAR BANGGAI – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa 100 anak di Gaza telah terluka atau terbunuh setiap hari sejak serangan dimulai kembali pada 18 Maret, bahkan hingga Amerika Serikat menggarisbawahi dukungan berkelanjutan bagi Israel.

Pada saat yang sama, Badan-badan Palestina dan PBB memperingati Hari Anak Palestina dengan kisah-kisah yang “mengerikan” tentang korban jiwa anak-anak akibat serangan Israel di Gaza.

Dilansir Al Mayadeen Biro Statistik Palestina mengungkapkan bahwa jalur Gaza kini tengah menghadapi krisis yatim terbesar dalam sejarah modern.

Pada pernyataan yang dikeluarkan oleh Biro tersebut saat menjelang Hari Anak Palestina dan mengonfirmasi bahwa ada 39.384 anak menjadi yatim sepanjang 534 hari pengeboman dan genosida yang terjadi.

Dari jumlah tersebut, sekitar 17.000 anak telah kehilangan kedua orangtua dan saat ini “menghadapi kehidupan tanpa perawatan atau dukungan.”(Liputan6.com, 6/4/2025)

Kebiadaban dari agresi militer zionis Israel tak kunjung berhenti, bahkan puluhan ribu anak-anak menjadi korban genosida. Hal ini juga meninggalkan kepedihan berupa anak-anak yang menjadi yatim karena kehilangan orangtua.

Tercatat setidaknya ada 39 ribu anak yatim akibat genosida di Gaza. Tiap hari 100 anak Gaza meninggal dan menjadi yatim.

Selain itu, Kementerian Kesehatan di Gaza juga mengumumkan pada Ahad bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah meningkat menjadi 52.243 orang. Lonjakan tersebut terjadi setelah kementerian menghitung ratusan orang yang sebelumnya terdaftar sebagai orang hilang dan kematiannya kini telah dikonfirmasi. (Tempo.co, 28/4/2025)

Fakta miris ini terjadi di tengah narasi soal HAM dan tetek bengek aturan internasional dan perangkat hukum soal perlindungan dan pemenuhan hak anak.  Namun realitasnya aturan-aturan tersebut tak juga mampu untuk mencegah apalagi menghentikan penderitaan anak-anak di Gaza.

Baca Juga Berita Ini:  Narkoba Semakin Marak, Islam Solusi Tuntas

Disisi lain, Para penguasa Muslim sama sekali enggan menggerakkan jutaan tentara mereka, ribuan tank baja dan kendaraan tempur, pesawat jet dan pengebom serta drone militer yang dimiliki, padahal mereka yang punya kekuasaan atas itu untuk menolong saudara-saudara muslimnya di Gaza.

Namun, mereka hanya membiarkan semua tetap berada di barak-barak militer dan gudang persenjataan, tak ada pertolongan yang mereka berikan untuk Gaza dan balasan atas kekejaman militer zionis Yahudi.

Hal ini merupakan konspirasi besar para penguasa Arab dan Muslim dengan Amerika Serikat dan zionis Yahudi. Umat tidak boleh terpedaya oleh retorika mereka. Sesungguhnya para penguasa Muslim itu tengah mengamini genosida di Gaza dengan sikap berdiam dirinya itu. Mereka lupa bahwa jabatan dan kekuasaan mereka kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah sang Pencipta alam semesta. Bahkan harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan tumpahnya darah seorang Mukmin. Rasulullah saw. bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ

Sungguh hilangnya dunia ini jauh lebih ringan bagi Allah dibandingkan dengan terbunuhnya seorang Mukmin tanpa haq (HR an-Nasa’i dan Tirmidzi).

Hal ini sudah seharusnya menyadarkan kita semua bahwa tidak ada yang bisa diharapkan dari lembaga-lembaga internasional dan semua aturan yang dilahirkannya.

Masa depan Gaza/Palestina sejatinya ada pada tangan kita sendiri sebagai kaum muslimin, yakni pada kepemimpinan politik Islam atau Khilafah Islamiyah yang semestinya diperjuangkan bersama dengan sungguh-sungguh.

Baca Juga Berita Ini:  Usaha Rekonsolidasi Arah Bangsa: Kembali ke UUD 1945 Asli

Palestina Wajib Dibela!

Sebagai seorang yang mengaku muslim maka sudah semestinya memberikan pembelaan atas penderitaan yang dirasakan saudara seiman, termasuk kaum Muslim Gaza. Sebagaimana Rasulullah saw., telah berpesan:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri (HR al-Bukhari dan Muslim).

Jihad dan Khilafah Solusi

Khilafah berperan sebagai rain dan junnah, pemimpinnya yaitu Khalifah tidak akan pernah membiarkan kezaliman menimpa rakyatnya.

Seorang Khalifah akan mengirimkan tentara untuk berjihad menundukkan zionis Yahudi, bahkan Khilafah terbukti selama belasan abad berhasil menjadi benteng pelindung yang aman, dan memberikan support system terbaik bagi tumbuh kembang anak, alhasil mereka bisa tumbuh menjadi generasi cemerlang pembangun peradaban gemilang dari masa ke masa.

sebagaimana sabda Nabi saw.:

إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah perisai; orang-orang  berperang di belakang dia dan berlindung kepada dirinya (HR Muslim).

Oleh karena itu, setiap muslim wajib terlibat dalam memperjuangkan kembalinya Khilafah sesuai dengan perannya dalam kehidupan agar mereka kelak punya hujjah bahwa mereka tidak diam berpangku tangan melihat anak-anak Gaza dan orang tua mereka dibantai oleh zionis dan sekutu-sekutunya.

Segala persoalan kaum muslimin saat ini akan teratasi dengan tuntas termasuk persoalan anak-anak Gaza akan selesai dengan terwujud dengan kembalinya Daulah Khilafah Islamiyah dan kehidupan manusia akan berkah karena menjalankan aturan Allah sang Pencipta sekaligus Pengatur.[]**

Wallahu a’lam bishowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *