Aksi Nekat Warga Panen Sawit PT KLS, Sa’dam Perusahaan Tegaskan Tak Ada Pengeroyokan

KABAR BANGGAI – Aksi sekelompok warga melakukan panen buah sawit milik PT.Kurnia Luwuk Sejati (KLS) kian meningkat di wilayah Kecamatan Toili dan Moilong.

Terbaru, kasus tersebut kembali terjadi di kebun sawit Tetelara. Salah seorang warga disebut masuk memanen buah sawit, dengan dalih lahan tersebut miliknya. Begitu kepergok, buah pun ditahan oleh karyawan. Saat hendak menahan buah yang di panen, oknum warga mencoba melakukan perlawanan dengan mengambil sebilah parang.

banner 900x250

“Dalam kondisi itu saya merasa terancam, dan saya sendiri yang pukul dia. Hanya saya sendiri. Kalau pengeroyokan konteksnya dilakukan lebih dari satu orang. Bukan seperti pemberitaan yang berkembang bahwa korban dikeroyok. Itu tidak benar,”ungkap salah seorang Karyawan Sa’dam Hi Makka kepada media ini, Jumat 26 Juni 2026.

Baca Juga Berita Ini:  Dukung Pariwisata Togean, Imigrasi Banggai Dorong Pengawasan WNA dan Kolaborasi Lintas Sektor

Menurut Sa’dam keributan semestinya tidak harus terjadi jika warga menahan diri, menunggu proses penyelesaian konflik lahan yang kini sementara ditangani pihak BPN.

Adapun rangkaian penyelesaian konflik sambung dia, telah dilakukan mediasi melalui RDP Komisi II DPRD Banggai. Salah satu poin rekomendasi DPRD menyebutkan, warga diminta untuk menahan diri dari hal-hal yang menimbulkan persoalan hukum baru.

“Saat itu juga komisi II telah mengingatkan kepada perwakilan warga untuk tidak memanen Sawit perusahaan, karena yang tanam sawit itu PT KLS. Meskipun begitu, masih juga memanen. Jadi kita ambil buahnya,”pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *