KABAR BANGGAI – Sebagai langkah proaktif dalam menjaga kesehatan Warga Binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menggencarkan sosialisasi pencegahan dan edukasi mengenai penyakit yang disebabkan oleh Hantavirus di lingkungan blok hunian, Selasa (19/5).
Kegiatan ini diinisiasi langsung oleh Bagian Perawatan melalui Kasubsi Perawatan Napi/Anak Didik, Dian Angeli De’e bersama JFT CPNS Dokter, dr. Nalto serta mendapat pengawalan dan pendampingan penuh dari Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Andi Abdul Muis dan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib (Kasi. Minkamtib), feldianto guna memastikan jalannya penyuluhan berlangsung dengan aman dan tertib.
Dalam pelaksanaannya, tim medis memberikan pemahaman mendalam mengenai ancaman serius yang dibawa oleh Hantavirus, seperti Sindrom Kardiopulmoner Hantavirus dan Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal. Edukasi yang disampaikan mencakup pengertian dasar Hantavirus, jenis penyakit yang ditimbulkannya, hingga jalur penularan yang utamanya bersumber dari kotoran, urine, atau air liur hewan pengerat, terutama tikus.
Selain itu, Warga Binaan juga dibekali pengetahuan mengenai tanda dan gejala klinis penyakit, pentingnya diagnosis dini oleh dokter atau tenaga kesehatan, serta metode penanganan dan terapi medis yang tepat jika ditemukan indikasi infeksi di dalam Lapas.
Dian menegaskan bahwa edukasi ini sengaja menyasar langsung ke dalam blok hunian agar pesan pencegahan dapat diterima secara merata oleh seluruh Warga Binaan.

“Kami ingin memastikan seluruh Warga Binaan memahami bahwa pencegahan Hantavirus ini sangat bergantung pada kedisiplinan kita bersama dalam menjaga kebersihan. Melalui penjelasan dari dokter Lapas, kami mengajarkan cara penanganan kebersihan yang benar, terutama bagaimana menyikapi jika ditemukan bekas kotoran tikus di area hunian. Harapan kami, dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang konsisten, derajat kesehatan Warga Binaan dapat terus terjaga dengan optimal,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun memberikan apresiasi penuh atas sinergi yang ditunjukkan oleh jajaran Perawatan dan Kesatuan Pengamanan dalam mengawal kegiatan sosialisasi ini.
“Kesehatan Warga Binaan adalah salah satu prioritas utama kami dalam pemenuhan hak pelayanan publik di Lapas Luwuk. Kerja sama antara tim medis yang memberikan edukasi dengan jajaran KPLP serta Kamtib yang mengawal keamanan di lapangan adalah bukti nyata komitmen kami untuk menciptakan lingkungan blok yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga bersih dan sehat. Kami akan terus mendukung program-program preventif seperti ini demi mengantisipasi segala potensi gangguan kesehatan di dalam Lapas,” tegas Bahrun.
Lebih lanjut, seluruh Warga Binaan diingatkan untuk tetap selalu waspada dan konsisten dalam menjaga kebersihan diri serta kebersihan lingkungan di area blok hunian. Petugas memberikan panduan praktis mengenai tata cara pembersihan yang aman, khususnya saat berhadapan dengan kotoran tikus agar tidak menimbulkan risiko penularan melalui udara yang terhirup.
Sebagai penguat, sosialisasi ini diakhiri dengan edukasi mengenai PHBS agar Warga Binaan dapat secara mandiri menerapkan kebiasaan positif demi menciptakan lingkungan Lapas yang bersih, sehat, dan bebas dari potensi penyebaran penyakit menular. (Humas LP Luwuk)**







