Belajar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Luwuk Sukses Panen Sayur Hidroponik

KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan penanaman dan pemeliharaan berbagai komoditas pertanian. 

Program ini menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang bertujuan meningkatkan kemandirian serta keterampilan Warga Binaan, Selasa (21/04).

banner 900x250 banner 900x250

Berbagai komoditas yang dibudidayakan di antaranya selada hidroponik, pakcoy, kacang panjang, kangkung, dan bayam. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan langsung Warga Binaan dalam setiap tahap, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen.

Salah satu Warga Binaan berinisial I mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. 

Menurutnya, selain mengisi waktu dengan hal positif, kegiatan ini juga memberikan pengetahuan baru di bidang pertanian.

 “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selain menambah keterampilan, kami juga belajar bagaimana cara menanam dan merawat tanaman dengan baik. 

Baca Juga Berita Ini:  Lapas Luwuk Panen Kangkung Tahap 1, Wujudkan Ketahanan Pangan Dari Balik Jeruji

Ini menjadi bekal berharga bagi kami ke depannya,” ungkapnya.

Plh. Kepala Lapas Luwuk, Irpan Anwar, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan di dalam Lapas, tetapi juga sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.

“Program ketahanan pangan ini merupakan wujud nyata pembinaan yang produktif. 

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan ini juga memberikan bekal keterampilan kepada Warga Binaan agar dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Irpan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, turut mengapresiasi langkah Lapas Luwuk dalam mengimplementasikan program ketahanan pangan tersebut. 

Ia menilai bahwa kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan Pemasyarakatan yang berfokus pada pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. 

Baca Juga Berita Ini:  "Peringati HUT ke-80 RI, Lapas Luwuk Bersama Imigrasi dan Bapas Gelar Aksi Donor Darah untuk Kemanusiaan"

“Kegiatan ini adalah bentuk konkret dari pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. 

Kami mendorong seluruh UPT untuk terus berinovasi dalam menciptakan program pembinaan yang berdampak langsung, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat luas,” tegas Bagus.

Dengan adanya program ini, Lapas Luwuk berharap dapat terus menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. 

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk Warga Binaan yang memiliki keterampilan serta kesiapan untuk kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. (Humas LP Luwuk)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *