Pastikan Kesembuhan, Tenaga Medis Lapas Luwuk Sambangi Blok Isolasi Berikan Edukasi

KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan maksimal bagi seluruh Warga Binaan. Hal ini dibuktikan dengan langkah proaktif tenaga medis Lapas Luwuk, Putri Nurmasari, S.Kep.,Ners yang menyambangi langsung blok isolasi khusus pasien Tuberkulosis (TBC) untuk memberikan penyuluhan kesehatan, pada Selasa (06/01).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan ketat terhadap proses pemulihan Warga Binaan yang tengah menjalani masa pengobatan. 

Putri memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya kepatuhan minum obat, menjaga kebersihan diri (personal hygiene), serta etika batuk yang benar agar tidak menularkan virus kepada orang lain.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun menyampaikan bahwa perhatian khusus diberikan kepada Warga Binaan di blok isolasi guna memastikan hak-hak kesehatan mereka terpenuhi meski dalam keterbatasan ruang gerak.

Baca Juga Berita Ini:  Pencanangan Perdana Makan Bergizi Ke Pelajar Toili, Langkah Menuju Generasi Emas 2045”

“Kami ingin memastikan bahwa setiap Warga Binaan, terutama yang sedang berjuang melawan penyakit menular seperti TBC, mendapatkan perhatian medis yang layak. 

Kunjungan ke blok isolasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya kita untuk memutus rantai penularan di lingkungan Lapas,” ujar Bahrun.

Dalam penyuluhan tersebut, tenaga medis juga menekankan pentingnya menjaga sirkulasi udara dan paparan sinar matahari di dalam sel isolasi. 

Warga Binaan diajak untuk tetap optimis karena penyakit TBC dapat disembuhkan total asalkan pasien disiplin mengikuti prosedur pengobatan yang memakan waktu minimal enam bulan.

Selain memberikan edukasi, tim medis juga melakukan pemeriksaan fisik singkat untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan masing-masing pasien. 

Respons positif terlihat dari para Warga Binaan yang antusias bertanya mengenai asupan nutrisi yang dapat mempercepat proses kesembuhan mereka.

Baca Juga Berita Ini:  Sopir Agya Mengantuk, Petani di Desa Balaang Banggai Jadi Korban Tabrak? Ini Faktanya

Upaya ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan. 

Dalam keterangannya, Kakanwil menyampaikan bahwa langkah jemput bola yang dilakukan Lapas Luwuk merupakan wujud nyata pemenuhan hak Warga Binaan di bidang kesehatan.

“Kami sangat mengapresiasi kesigapan jajaran Lapas Luwuk dalam menangani Warga Binaan di blok isolasi. 

Pencegahan dan penanganan TBC di lingkungan Lapas membutuhkan ketelitian dan konsistensi. Apa yang dilakukan tim medis ini membuktikan bahwa negara hadir untuk memastikan kesembuhan setiap Warga Binaan tanpa terkecuali,” tegas Kakanwil Bagus.

Dengan adanya langkah jemput bola ini, diharapkan angka kesembuhan pasien TBC di Lapas Luwuk terus meningkat dan lingkungan hunian tetap terjaga dalam kondisi sehat serta kondusif. Red/Humas-LPLuwuk**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *