Yudi Suganda Membantah Tuduhan di Media Sosial: “Semua Itu Hanya Fitnah dan Tidak Benar”

KABAR BANGGAI  – Kepala Desa Babangbuyage, Kecamatan Kintom, Yudi Suganda, akhirnya buka suara menanggapi berbagai rumor tak sedap yang beredar luas di media sosial,Yudi menyampaikan kepada awak media Minggu 24 Agustus  2025.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Yudi dengan tegas membantah tuduhan yang menimpanya, terutama terkait isu kekerasan dalam rumah tangga dan dugaan perselingkuhan yang disebutkan beberapa akun anonim. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar adalah fitnah dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Dalam keterangannya, Yudi menjelaskan bahwa isu kekerasan fisik terhadap istrinya, yang dikabarkan hingga mengusirnya dari rumah, adalah tidak benar.

“Pada prinsipnya opini itu tidak benar. Saya tidak melakukan tindakan fisik, tidak mengusir dari rumah. Justru istri yang turun sendiri,” ungkapnya.

Yudi juga menambahkan bahwa meski kini berpisah, ia tetap bertanggung jawab penuh atas kebutuhan finansial sang istri. “Saya membiayai selama istri tidak bersama-sama saya,” tambahnya. Pernyataan ini sekaligus menepis dugaan bahwa ia menelantarkan istrinya setelah pisah ranjang.

Baca Juga Berita Ini:  Desa Babang Buyangge Raih Juara 1 Lomba Kebersihan Lingkungan, Kado Terindah Kemerdekaan RI ke-80!

Lebih lanjut, Yudi juga membantah tudingan tentang hubungan gelapnya dengan seorang wanita dari Desa Honbola. Rumor yang menyebutkan wanita tersebut adalah istri orang dan bahkan sedang hamil, disebut Yudi sebagai tuduhan yang sangat keji dan tidak berdasar.

“Tidak ada hubungan pribadi saya dengan orang Desa Honbola tersebut, sebagaimana yang disampaikan lewat media sosial.

Apalagi yang dituduhkan kepada saya adalah istri orang dan dikatakan hamil, semua itu hanya fitnah dan tidak benar,” tegas Yudi. Ia merasa sangat dirugikan dengan isu tersebut yang telah mencemarkan nama baiknya, baik sebagai pribadi maupun sebagai pejabat publik.

Persoalan rumah tangga ini pun sudah sampai ke telinga Camat Kintom. Yudi Suganda menyatakan bahwa ia sudah dipanggil untuk memberikan klarifikasi.

Baca Juga Berita Ini:  Rp9,7 Miliar Lenyap, Program “Satu Juta Satu Pekarangan” Kabupaten Banggai Tinggal Kenangan!

“Saya juga sudah dipanggil oleh Camat Kintom terkait persoalan rumah tangga saya dan saya sudah jelaskan semua tentang kondisi rumah tangga saya,” ujarnya.

Pertemuan ini menunjukkan keseriusan pihak pemerintah kecamatan dalam menanggapi isu yang melibatkan kepala desa di wilayahnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, Yudi berharap masyarakat tidak lagi termakan oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya, terutama yang berasal dari media sosial.

Ia mengajak semua pihak untuk lebih bijak dalam menyaring informasi, mengingat dampak buruk yang bisa ditimbulkan dari penyebaran berita bohong.

“Saya harap masyarakat bisa memahami, jangan langsung percaya begitu saja. Tolong cari tahu dulu kebenarannya,” pungkasnya. ( MAM) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *