KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk mengambil langkah progresif dalam program pembinaan kemandirian dengan mengubah lahan kosong di lingkungan Lapas menjadi kebun serai wangi yang produktif.
Proyek percontohan ini tidak hanya bertujuan memaksimalkan aset negara, tetapi juga memberikan keterampilan nyata kepada Warga Binaan. Luwuk, 9 Desember 2025
Kegiatan penanaman serai perdana dilakukan secara gotong royong dan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Luwuk, Muhammad Bahrun. Keikutsertaan penuh dari pimpinan dan staf menunjukkan komitmen Lapas Luwuk dalam mendukung kegiatan pembinaan bagi Warga Binaan.
Kalapas Luwuk, Bahrun, menyampaikan bahwa budidaya serai wangi (Cymbopogon citratus) dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi, perawatan yang relatif mudah, dan potensi pasar yang stabil, terutama untuk industri minyak atsiri dan kuliner.

“Lahan tidur ini adalah potensi yang harus kita maksimalkan. Dengan menanam serai, kita tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan yang legal dan produktif bagi Lapas dan Warga Binaan,” ujar Bahrun. “Kami berharap, keterampilan bertani serai ini menjadi bekal berharga yang bisa mereka bawa saat kembali ke masyarakat.”
Program ini merupakan bagian integral dari pembinaan kemandirian yang fokus pada sektor agribisnis. Para Warga Binaan yang terlibat dalam penanaman dan perawatan kebun serai dibimbing langsung oleh petugas lapas dan diharapkan mampu menguasai teknik budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga panen dan pasca panen.
Lebih dari 50 bibit serai telah ditanam pada tahap awal di lahan seluas kurang lebih 30m². Jika berhasil, Lapas Luwuk berencana memperluas area tanam dan bahkan menjajaki kerjasama dengan pihak ketiga untuk pengolahan minyak serai.
Inisiatif Lapas Luwuk ini mendapat sambutan positif sebagai model pembinaan yang efektif, mengubah waktu luang menjadi keterampilan berharga, dan stigma negatif menjadi kontribusi nyata. Red/Humas-LPLuwuk**







