KABAR BANGGAI – Produk Unggulan hasil karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk kembali menunjukkan eksistensinya di tingkat regional.
Tas dan peci bermerek Na’ Oko, hasil pembinaan kemandirian Lapas Luwuk, turut ambil bagian dalam kegiatan Launching Galeri Pemasyarakatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, yang digelar pada Senin, 2 Februari 2026.
Galeri Pemasyarakatan ini menjadi etalase resmi yang menampilkan berbagai produk unggulan karya Warga Binaan dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sulawesi Tengah, mulai dari kerajinan tangan, fesyen, hingga produk kreatif bernilai ekonomi lainnya. Kehadiran tas dan peci Na’ Oko menarik perhatian pengunjung karena desainnya yang khas, rapi, serta mengangkat kearifan lokal.
Salah seorang Warga Binaan berinisial A diberitahu bahwa karyanya di pajang di galeri Pemasyarakatan Kantor Wilayah mengungkapkan rasa bangga dan haru atas kesempatan tersebut. “Kami tidak menyangka hasil karya dari dalam Lapas bisa dipamerkan di galeri resmi seperti ini.

Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkarya dan memperbaiki diri,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keterampilan yang diperoleh selama pembinaan menjadi bekal penting untuk kehidupan setelah bebas nanti.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun menyampaikan bahwa partisipasi dalam launching galeri ini merupakan wujud nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.
“Produk Na’ Oko bukan hanya hasil karya, tetapi simbol perubahan. Melalui pembinaan yang terarah, Warga Binaan mampu menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing. Kami berharap ini menjadi jalan reintegrasi sosial dan ekonomi bagi mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan menegaskan bahwa Galeri Pemasyarakatan dibentuk sebagai ruang promosi dan pemasaran yang berkelanjutan bagi produk Warga Binaan.
“Launching galeri ini adalah komitmen kami untuk membuka akses yang lebih luas bagi hasil karya Warga Binaan agar dikenal masyarakat. Ini juga menjadi bukti bahwa pemasyarakatan hadir untuk membina, bukan semata-mata menghukum,” ungkapnya.
Dengan keikutsertaan Lapas Luwuk melalui produk tas dan peci Na’ Oko, diharapkan Galeri Pemasyarakatan Sulawesi Tengah mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan Warga Binaan serta mendukung terciptanya Pemasyarakatan yang Profesional, Responsif, Integritas,
Modern, dan Akuntabel. Red-Humas/Lapas Luwuk**
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak







