KABAR BANGGAI – Untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif, Polsek Pagimana melakukan pengamanan terhadap aksi unjuk rasa damai yang dilakukan oleh masyarakat petani Desa Molino, Kecamatan Luwuk Timur, di depan PT. Penta Dharma Karsa (PDK), Rabu (19/2/25) pagi.
Aksi ini dipimpin oleh Dr. Hasrin Rahim, SH, MH, MM, MBA, MA, dengan melibatkan sekitar 50 orang. Massa datang dengan membawa alat peraga berupa spanduk, sound system, serta lima unit kendaraan roda empat.
Mereka menuntut pihak perusahaan untuk membayar kompensasi atas tanaman yang rusak akibat tergusur oleh alat berat PT. PDK. Para petani mengklaim lahan seluas 610 hektare yang telah mereka kelola kini dikuasai oleh perusahaan tanpa adanya ganti rugi yang layak.
Kapolsek Pagimana, AKP Laata, SH, yang memimpin pengamanan aksi tersebut, menginstruksikan kepada personelnya untuk bersikap humanis dalam menjalankan tugas.

“Kami mendampingi dan mengawal aksi ini serta mengimbau para pengunjuk rasa agar menyampaikan aspirasinya dengan tertib, tidak melakukan tindakan anarkis, serta tetap membuka ruang koordinasi dengan pihak terkait,” ujar AKP Laata.
Aksi berlangsung dengan tertib hingga pukul 12.00 WITA, ketika massa membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Para petani masih menunggu keputusan lebih lanjut dari perusahaan terkait tuntutan mereka.
“Belum ada hasil kesepakatan karena masih menunggu keputusan dari pimpinan pusat perusahaan serta tim Pokja Pemda Banggai,” tutup Kapolsek. Aksi damai ini menjadi sorotan karena menyangkut hak-hak petani yang merasa dirugikan. Kini, masyarakat menunggu langkah selanjutnya dari PT. PDK serta kebijakan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan ini.**







