Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Lapas Kelas IIB Luwuk Perkuat Pembinaan Keimanan Warga Binaan

KABAR BANGGAI  –  Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk menggelar kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah, Jumat (6/2/2026), bertempat di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIB Luwuk. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai, CPNS, peserta magang, serta Warga Binaan.

Peringatan Isra Mi’raj tersebut dipimpin oleh KH. Muhammad Mu’adz, Lc, M.Hi, yang dalam tausiyahnya menyampaikan hikmah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat keimanan, kedisiplinan ibadah, serta akhlak mulia, khususnya dalam menjalani kehidupan dan proses pembinaan di dalam Lapas.

Dalam ceramahnya, KH. Muhammad Mu’adz, Lc, M.Hi menekankan pentingnya shalat sebagai tiang agama dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus menjadi penguat mental dan spiritual bagi Warga Binaan agar mampu memperbaiki diri dan menatap masa depan dengan lebih baik.

Baca Juga Berita Ini:  Dari Gerindra untuk Rakyat, Suwardi dan Keluarga H. Murad Husain Gelar Aksi Sosial

Salah seorang Warga Binaan berinisial A yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan harapannya.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Tausiyah yang disampaikan membuat kami lebih sadar untuk memperbaiki diri, memperkuat ibadah, dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu,” ujarnya.

Plh. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk, Andi Abd. Muis, dalam keterangannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian, khususnya pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan dan penguatan nilai spiritual bagi seluruh jajaran Pegawai.

“Melalui kegiatan keagamaan ini, kami berharap terbentuk pribadi Warga Binaan yang lebih baik, beriman, dan berakhlak, sehingga tujuan pemasyarakatan dapat tercapai secara optimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus  kurniawan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan pondasi penting dalam proses pemasyarakatan.

Baca Juga Berita Ini:  Borong Penghargaan Bergengsi, Lapas Luwuk Sabet Terbaik I di Dua Kategori

“Kegiatan seperti ini sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk terus memperkuat pembinaan mental dan spiritual Warga Binaan sebagai bekal reintegrasi sosial ketika kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Peringatan Isra Mi’raj di Lapas Kelas IIB Luwuk berlangsung dengan khidmat dan tertib, serta diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan perubahan perilaku Warga Binaan ke arah yang lebih baik, sejalan dengan implementasi nilai-nilai PRIMA Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mewujudkan pembinaan kepribadian yang humanis, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang profesional. Red-Humas/Lapas Luwuk. **

Setahun Bekerja, Bergerak- Berdampak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *