Menuju Jalan Dharma, Warga Binaan Hindu Lapas Luwuk Ikuti Bimbingan Kerohanian

KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berkomitmen memberikan pelayanan dan pembinaan kerohanian secara adil bagi seluruh Warga Binaan, tanpa membeda-bedakan latar belakang agama.

Sebanyak 5 orang Warga Binaan beragama Hindu secara rutin mengikuti kegiatan bimbingan mental dan spiritual guna memperkuat keimanan serta keharmonisan hidup selama menjalani masa pidana, Sabtu (26/9).

banner 900x250

Suasana khidmat terasa semakin menyejukkan karena kegiatan pembinaan ini bertepatan dengan Hari Suci Purnama, hari mulia yang dirayakan oleh seluruh umat Hindu untuk memohon waranugraha dan kesucian diri kepada Sang Hyang Widhi Wasa.

Di balik jeruji besi, momentum suci ini dimanfaatkan oleh para Warga Binaan untuk melaksanakan ibadah persembahyangan bersama dengan penuh kekhusyukan, layaknya umat Hindu di luar sana.

Kegiatan bimbingan kerohanian ini dilaksanakan di Pura Maitri Santhi Lapas Luwuk. Kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama, perafalan doa sehari-hari, pemahaman ayat-ayat suci Veda, hingga pemaknaan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga Berita Ini:  Peci Rajut Karya Warga Binaan Lapas Luwuk Dipasarkan di RHP Muslim Store

Pembina Kerohanian Agama Hindu Lapas Luwuk, I Gede Andika, menyampaikan bahwa bimbingan ini bertujuan untuk membimbing Warga Binaan agar mampu merenungi kekhilafan masa lalu dan kembali ke jalan yang benar.

“Kami ingin mendampingi lima saudara kita ini agar senantiasa dekat dengan ajaran Dharma. Pembinaan spiritual ini penting untuk menyucikan pikiran (Manacika), perkataan (Wacika), dan perbuatan (Kayika).

Harapannya, ketika bebas kelak, mereka memiliki mental yang teguh, ketenangan jiwa, serta diterima kembali oleh masyarakat dengan pribadi yang baru,” ujar I Gede Andika.

Sementara itu, Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan pentingnya pemenuhan hak beribadah bagi seluruh Warga Binaan sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian di dalam Lembaga Pemasyarakatan.

Baca Juga Berita Ini:  PT.KLS Sudah Ajukan Perpanjangan HGU Sejak 2019, Kenapa Baru Dipermasalahkan?

“Pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar utama dalam proses pembinaan di Lapas Luwuk. Meskipun jumlah Warga Binaan yang beragama Hindu ada 5 orang, pemenuhan hak-hak spiritual mereka tetap menjadi prioritas kami.

Kami ingin memastikan seluruh Warga Binaan mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Bahrun.

Melalui kegiatan pembinaan yang berkesinambungan ini, Lapas Luwuk berharap para Warga Binaan beragama Hindu dapat menjadikan masa pemidanaan sebagai sarana introspeksi diri (mulat sarira) sehingga siap menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna bagi keluarga serta masyarakat. ( Lapas Luwuk )  **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *