Lapas Luwuk Terima Monev Kanwil, Fokus Perkuat Klinik dan Produk Unggulan

KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi Pembinaan dari Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang dipimpin oleh Antonius Andry selaku Ketua Tim ini dilaksanakan untuk memastikan optimalisasi program pembinaan di bidang kepribadian dan kemandirian serta kesesuaian pelaksanaannya dengan standar Pemasyarakatan.Kamis, 11 Desember 2025

Tim melakukan peninjauan langsung ke beberapa titik pembinaan, antara lain Blok Uwedikan yang baru selesai direnovasi, Dapur Lapas, Bengkel Kerja, Hidroponik, dan Lahan SAE, serta ruang registrasi Warga Binaan.

Selain itu, Tim juga melakukan pengecekan menyeluruh di Klinik Lapas sebagai bagian dari persiapan akreditasi layanan kesehatan. Dalam pemeriksaan tersebut, Tim memberikan evaluasi terkait kelengkapan administrasi, standar kebersihan, pengelolaan obat, alur pelayanan, serta kesiapan sarana pendukung.

Klinik diharapkan terus menjaga standar pelayanan kesehatan, memperkuat pencatatan medis, dan memastikan seluruh prosedur mengacu pada standar akreditasi yang berlaku.

Ketua Tim Pembinaan, Antonius Andry, memberikan beberapa masukan penting terkait peningkatan mutu pembinaan kerja di Lapas Luwuk. “Kami melihat potensi besar di Lapas Luwuk, terutama di bengkel kerja dan sektor UMKM.

Baca Juga Berita Ini:  Tingkatkan Kinerja, Kanwil Imigrasi Sulteng Beri Penguatan Pengawasan dan Etika ASN di Kanim Banggai

Produk sofa sangat layak dijadikan produk unggulan karena memiliki nilai jual tinggi. Selain itu, laporan kegiatan harus benar-benar akurat dan sesuai kondisi lapangan agar pembinaan semakin terarah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pemisahan penyetoran PNBP, kemasan produk yang lebih profesional, serta keterlibatan minimal 10 Warga Binaan pada kategori UMKM untuk meningkatkan dampak pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan apresiasi atas monitoring yang dilakukan dan menegaskan bahwa seluruh masukan akan segera ditindaklanjuti. “Saran yang diberikan Tim Pembinaan sangat konstruktif.

Kami berkomitmen melakukan penyesuaian terutama pada pemisahan PNBP, penguatan produk unggulan seperti sofa dan peci Na Oko, serta penguatan laporan berbasis data faktual. Ini semua demi kemajuan pembinaan di Lapas Luwuk,”ungkapnya.

Baca Juga Berita Ini:  Atasi Over Kapasitas, Lapas Luwuk Pindahkan 10 Warga Binaan ke Ampana

Para Warga Binaan juga berharap pembinaan di bidang UMKM dan keterampilan praktis terus diperkuat karena memberikan dampak positif bagi kepercayaan diri dan masa depan mereka.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan memberikan apresiasi kepada Lapas Luwuk atas upaya peningkatan pembinaan.

“Kami melihat progres yang baik di Lapas Luwuk. Pembinaan berjalan dengan aman, produktif, dan menunjukkan perkembangan positif.

Kami mendorong agar program ini terus mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI dalam menciptakan SDM unggul dan produktif,”tegasnya.

Kegiatan monitoring dan evaluasi berjalan lancar, aman, dan kondusif, serta memberikan banyak rekomendasi penting bagi peningkatan kualitas pembinaan di Lapas Luwuk. Lapas berkomitmen penuh dalam mendukung kebijakan nasional dan memperkuat pemberdayaan Warga Binaan melalui pelatihan, produksi, dan kegiatan kemandirian yang berkelanjutan. Red-Humas/Lapas Luwuk. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *