KABAR BANGGAI – Respons cepat ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk dalam merespons bencana pesisir. Sejumlah Warga Binaan dikerahkan langsung ke lokasi kejadian untuk bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan milik warga yang luluh lantak diterjang ombak pasang, Rabu (21/10).
Musibah ombak pasang tersebut menghantam bangunan rumah sekaligus tempat usaha rumah makan milik seorang warga setempat, Daeng Edi. Sapuan gelombang tinggi yang datang mendadak membuat bangunan rumah makan tersebut mengalami kerusakan mendasar dan materialnya berserakan di sekitar lokasi kejadian.
Melihat kondisi tersebut, pihak Lapas Kelas IIB Luwuk bergerak cepat menerjunkan tim gotong royong yang terdiri dari petugas serta Warga Binaan untuk membantu proses pembersihan dan pemulihan area lokasi kejadian.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Luwuk, Andi Abdul Muis, yang memimpin langsung jalannya kegiatan di lapangan menyampaikan bahwa kehadiran Warga Binaan ini merupakan wujud aksi tanggap dan empati sosial.

“Begitu menerima informasi mengenai musibah ombak pasang yang menimpa tempat usaha Daeng Edi, kami langsung berkoordinasi dan menerjunkan tim.
Langkah ini tidak hanya untuk membantu meringankan beban korban, tetapi juga menjadi sarana pembinaan luar Lapas agar para Warga Binaan dapat terus mengasah jiwa sosial dan kepedulian mereka kepada masyarakat,” ujar Andi Abdul Muis.
Pemilik rumah makan, Daeng Edi, mengungkapkan rasa haru dan apresiasinya atas bantuan cepat yang diberikan oleh pihak Lapas Luwuk beserta Warga Binaan.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kalapas, Pak Ka. KPLP, dan teman-teman Warga Binaan yang sudah datang membantu. Musibah ini cukup berat bagi kami karena tempat usaha kami hancur, namun kehadiran bantuan gotong royong dari Lapas Luwuk sangat meringankan beban dan memberi kami semangat untuk bangkit kembali,” ungkap Daeng Edi penuh haru.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa program pembinaan di Lapas Luwuk tidak hanya berfokus pada keterampilan internal semata, melainkan juga reintegrasi sosial yang membawa dampak positif nyata bagi masyarakat luas.
“Kami ingin membuktikan bahwa Warga Binaan adalah bagian dari masyarakat yang siap berkontribusi positif. Melalui aksi kemanusiaan gotong royong ini, kami berharap proses reintegrasi mereka berjalan semakin baik dan kehadiran Lapas Luwuk dapat terus membawa manfaat serta keberkahan bagi lingkungan sekitar,” tegas Bahrun.
Aksi gotong royong yang berlangsung dengan aman dan tertib ini berjalan lancar hingga area lokasi rumah makan milik Daeng Edi bersih dari material puing bangunan. ( Rilis Lapas Luwuk ) **












