“Kami Cinta Ibu Sulianti!” Wong Cilik Toili Nyatakan Dukungan

KABAR BANGGAI –  Jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kecamatan Toili, Toili Jaya, dan Simpang Raya pada 5 April 2025 mendatang, dinamika politik semakin memanas.

Berbagai kalangan mulai menyuarakan dukungan mereka terhadap pasangan calon yang bertarung kembali. Salah satu pasangan yang mendapat sorotan adalah Hj. Sulianti Murad dan Samsul Bahri Mang, yang dinilai lebih layak memimpin Kabupaten Banggai untuk lima tahun ke depan.

“Kami sebagai wong cilik, masyarakat kecil, lebih cinta Ibu Sulianti Murad. Beliau bersama pasangannya sangat layak memimpin Kabupaten Banggai,” ujar Rusnad, seorang petani di Toili, kepada media ini pada Selasa, 1 April 2025.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Rusnad, Sulianti Murad adalah sosok pemimpin yang luwes, mudah melayani, dan tidak menjaga jarak dengan masyarakat. Ia menilai bahwa kedekatan Sulianti dengan rakyat menjadi nilai lebih yang jarang dimiliki pemimpin lain.

Baca Juga Berita Ini:  Samsul Bahri Mang Siap Menang di PSU, Tantang Lawan Bertarung Sehat!

“Ibu Anti orangnya sederhana sekali, baik dari cara berpakaian maupun cara berbicara. Setiap berkunjung ke desa-desa, beliau hadir sebagai seorang ibu yang tulus dan mengayomi masyarakat kecil. Tipe pemimpin seperti inilah yang kami harapkan,” tambahnya.

Tak hanya itu, Sulianti juga dikenal sangat peduli terhadap sektor pertanian dan perkebunan. Salah satu bentuk kepeduliannya adalah membantu pembangunan jalan kantong produksi petani, yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat agraris di Banggai.

“Kami cukup merasakan bantuan dari PT. KLS, seperti pembangunan jalan dan bantuan sosial lainnya. Namun, yang membuat kami heran adalah seringnya beredar informasi yang menjelekkan PT. KLS. Padahal, perkembangan Toili juga tidak lepas dari kontribusi KLS,” jelas Rusnad.

Baca Juga Berita Ini:  Militan 02 di Toili Beralih! Sulianti-Samsul Kian Perkasa Jelang PSU

Selain sektor pertanian, Sulianti juga menunjukkan perhatian besar terhadap dunia pendidikan, baik pendidikan umum maupun keagamaan. Ia dikenal sebagai donatur tetap di banyak pesantren serta aktif dalam membantu pembangunan rumah ibadah.

“Beliau tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga pendidikan keagamaan. Itu yang membuat kami kagum dengan beliau,” pungkas Rusnad.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *