KABAR BANGGAI – Ratusan petani plasma PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) mengikuti pelatihan budidaya kelapa sawit melakui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) yang dilaksanakan Pemda Banggai bekerjasama dengan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian.
Kegiatan yang juga dihadiri petani plasma dari sejumlah perusahaan Sawit tersebut dilaksanakan di dua tempat yakni Hotel Swissbell dan di lokasi HGU milik PT.KLS di mulai Selasa-Minggu (15-20/9/2026).
Materi awal disajikan oleh sejumlah narasumber di Hotel, dan dilanjutkan praktik budidaya tanaman sawit di lahan HGU PT.KLS di Kecamatan Toili.
Kepada media ini General Manager PT KLS mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta produktivitas petani dalam mengelola perkebunan kelapa sawit.

Pelatihan ini memberikan berbagai materi terkait teknik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan, termasuk pemanfaatan limbah perkebunan berupa janjang kosong (jangkos) sebagai bahan pupuk organik.
Pemanfaatan janjang kosong diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi petani dalam mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di sekitar perkebunan.
Selain membantu menjaga kesuburan tanah, penggunaan pupuk organik dari janjang kosong juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sehingga biaya produksi dapat ditekan.
Menurutnya, Program Pengembangan SDMP ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis petani, tetapi juga diarahkan untuk mendukung peningkatan perekonomian petani plasma di Kabupaten Banggai.
Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan kebun, para petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Pada akhirnya, peningkatan produktivitas tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani plasma.
“Melalui pelatihan yang dilaksanakan selama lima hari ini, petani plasma diharapkan semakin mampu menerapkan praktik budidaya kelapa sawit yang efektif, efisien, dan berkelanjutan,”pungkasnya. (*)












