Empat Pejabat Manajerial Lapas Luwuk Ikuti Penilaian Kompetensi Melalui Program ProASN

KABAR BANGGAI  – Sebanyak 4 pejabat manajerial Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk mengikuti Penilaian Kompetensi melalui program Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN).

Kegiatan pemetaan potensi dan kompetensi ini diselenggarakan guna mendukung penguatan tata kelola SDM Aparatur di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rabu (26/8).

banner 900x250

Keempat pejabat manajerial Lapas Luwuk yang mengikuti tahapan asesmen tersebut yakni Kepala Subbagian Tata Usaha, Irpan Anwar, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Rudi Santoso, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Andi Abdul Muis, serta Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Feldianto.

Kegiatan penilaian kompetensi ini tidak hanya diikuti oleh jajaran Pemasyarakatan, tetapi juga melibatkan jajaran Imigrasi, sebagai bagian dari akselerasi pemetaan jabatan dilingkup Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Pelaksanaan ProASN ini diselenggarakan bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palu selaku instansi pembina manajemen kepegawaian nasional.

Baca Juga Berita Ini:  Panen Sawi Hidroponik, Lapas Luwuk Cetak Warga Binaan Mandiri

Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Luwuk, Irpan Anwar, mewakili para peserta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya uji kompetensi ini.

“Ujian ini menjadi tolok ukur sekaligus sarana evaluasi diri bagi kami dalam mengukur kapasitas kepemimpinan, manajerial, dan penyelesaian masalah di lapangan.

Kami menyambut positif program ProASN ini sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan publik,” ungkap Irpan.

Kepala UPT BKN Palu, Assakhiyyu Rahman, menyampaikan bahwa program ProASN dirancang untuk menyajikan data basis kompetensi yang objektif dan terukur.

“Melalui ProASN, kami melakukan pemetaan komprehensif terhadap potensi, manajerial, hingga Tripatha Karir yang di dalamnya mencakup Talent DNA.

Data ini kelak menjadi acuan sistem merit nasional dalam pengembangan pola karier, promosi, hingga penempatan jabatan yang tepat sesuai prinsip right man on the right place,” ujar Assakhiyyu Rahman.

Baca Juga Berita Ini:  Lapas Kelas IIB Luwuk Tingkatkan Kewaspadaan Jelang NATARU 2024

Sementara itu, Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan dukungan penuh atas keikutsertaan para pejabat struktur di jajarannya dalam penilaian kompetensi ini.

“Penilaian kompetensi melalui ProASN ini sangat krusial untuk memastikan bahwa jajaran manajerial memiliki kualifikasi, kapasitas, dan integritas yang sesuai dengan standar manajemen ASN berbasis sistem merit.

Kami berharap hasil dari pemetaan ini mampu mendorong peningkatan kinerja jajaran Lapas Luwuk secara holistik, khususnya dalam memberikan pelayanan publik serta pembinaan yang optimal,” tegas Bahrun. 

Dengan keikutsertaan para pejabat manajerial tersebut, Lapas Kelas IIB Luwuk terus berkomitmen mendukung transparansi manajemen ASN serta mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kinerja unggul. (Ks)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *