KABAR BANGGAI – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Luwuk memberikan pengarahan khusus dan penguatan tugas serta fungsi (tusi) kepada seluruh jajaran pengamanan. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan serta meningkatkan disiplin kerja di lingkungan Lapas, Jumat (27/3).
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Lapas tersebut, Kalapas Muhammad Bahrun menekankan pentingnya menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Ia mengingatkan agar seluruh petugas tidak main-main dengan aturan serta selalu menjunjung tinggi integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurutnya, pengamanan merupakan garda terdepan dalam menjaga ketertiban di dalam Lapas sehingga membutuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab yang tinggi.

“Jangan pernah main-main dengan aturan. Saya tidak akan segan mengambil tindakan tegas bagi siapa pun yang mencoba mencoreng nama baik instansi dengan melanggar tusi yang telah ditetapkan,” ujar Bahrun.
Selain itu, Bahrun juga mengajak seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Ia menekankan pentingnya sinergi antarpetugas serta komunikasi yang baik dalam menjalankan tugas, sehingga setiap potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini.
Menindaklanjuti arahan Kalapas, Kepala KPLP, Andi Abdul Muis juga memberikan penekanan khusus terkait teknis pengamanan di lapangan.
Beliau menginstruksikan seluruh komandan regu dan anggota untuk memperketat kontrol keliling (troling) secara berkala dan acak.
“Instruksi pimpinan sudah sangat jelas. Saya minta seluruh jajaran pengamanan untuk merapatkan barisan. Pastikan setiap sudut blok hunian terpantau, geledah barang titipan dengan sangat teliti, dan jangan ada celah bagi masuknya barang terlarang seperti handphone atau narkoba,” tegas Andi Muis.
Kegiatan penguatan ini diharapkan dapat menyegarkan kembali semangat kerja para petugas pengamanan agar tetap sigap, profesional, dan humanis dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Pengetatan pengawasan ini bukan semata-mata untuk memberi tekanan, melainkan untuk memastikan Lapas Luwuk tetap kondusif dan aman bagi petugas maupun Warga Binaan.
Diakhir, Kalapas mengajak seluruh petugas untuk tidak hanya sekadar menjalankan rutinitas, melainkan menjadi motor penggerak transformasi instansi.
“Ayo semuanya, jadilah kita sebagai pelaku perubahan, bukan sebagai penonton. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyalahgunaan narkoba dan alat komunikasi ilegal di Lapas,” tegas Bahrun di hadapan seluruh jajaran pengamanan
Acara ditutup dengan evaluasi langsung terhadap kendala lapangan yang dihadapi oleh regu pengamanan selama ini. Humas-LPLuwuk **







