KABAR BANGGAI – Komitmen kuat dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba terus ditunjukkan di Sulawesi Tengah.
Pada sebuah momen bersejarah, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah meresmikan dua fasilitas strategis, yakni Gedung Kantor BNNP yang megah di Kota Palu dan Gedung Rehabilitasi Narkoba di Kabupaten Morowali.

Gedung Kantor BNNP Sulawesi Tengah dibangun di atas lahan seluas 1.041 meter persegi, dengan pendanaan dari Bank Dunia.
Fasilitas modern ini diharapkan mampu menunjang kinerja BNNP Sulteng dalam menjalankan fungsi pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi narkoba secara lebih optimal.
Sementara itu, di Kabupaten Morowali, peresmian Gedung Rehabilitasi Narkoba menjadi tonggak penting dalam layanan pemulihan bagi para korban penyalahgunaan zat terlarang.
Fasilitas ini akan menjadi pusat pelayanan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan menyeluruh bagi para pecandu narkoba.
Dalam rangkaian acara peresmian tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai menunjukkan dukungan nyata dengan menyerahkan hibah senilai Rp800 juta kepada BNNP Sulawesi Tengah.
Dana ini diharapkan dapat memperkuat program-program strategis BNN di wilayah tersebut.
Kepala BNNP Sulawesi Tengah menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba adalah ancaman serius yang tidak bisa ditangani satu pihak saja.
“Peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga dan mengawal keberhasilan program pencegahan.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan daerah yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba,” ujarnya.
Dengan diresmikannya kedua gedung ini dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan upaya pemberantasan narkoba di Sulawesi Tengah akan semakin kuat, inovatif, dan berkelanjutan demi melindungi generasi masa depan bangsa.***







