Oleh Zulfa Khaulah S.Pd
KABAR BANGGAI – Aksi premanisme kian meresahkan masyarakat, polisi didesak untuk segera bertindak tegas segala bentuk premanisme yang terus merebak. Sebab, perbuatan tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat belakang ini.
Selaras dengan yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni bahwa aparat harus bergerak cepat menindak segala bentuk premanisme. Hal tersebut disampaikan saat memimpin kunjungan kerja (kunker) Komisi III DPR ke Polda Metro Jaya.
Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai NasDem juga menyampaikan, aksi premanisme telah mengancam keselamatan warga dan tak jarang para pelaku menggunakan senjata saat melakukan aksinya. (Metrotvnews.com, 8/5/2025).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan aksi premanisme berkedok organisasi masyarakat (Ormas) telah menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto.
Aksi premanisme yang dibungkus melalui ormas ini sangat meresahkan dan tidak menciptakan iklim bisnis yang kondusif.(Cnbcindonesia.com, 9/5/2025)
Cara Pandang Keliru
Miris dan memprihatinkan ketika melihat aksi premanisme yang makin mengkhawatirkan, namun tak kunjung ditindak tegas oleh aparat yang berwenang. Apatah lagi sudah menciptakan tidak kondusifnya iklim bisnis, mengganggu ketertiban, bahkan mengancam nyawa masyarakat.
Bentuk premanisme yang kian beragam, dulu individual, namun sekarang berkelompok, bahkan dibungkus oleh ormas, yang tetap saja sama-sama meresahkan masyarakat. Harus segera ditindak tegas dan diberi efek jera. Tak cukup hanya dengan melakukan pembinaan terhadap pelaku premanisme.
Perlu disadari penyebab premanisme adalah cara pandang yang dipengaruhi oleh ide pemisahan agama dari kehidupan atau istilah yang kita kenal dengan ide sekulerisme, sehingga melahirkan masyarakat yang egois dalam mencapai materi. Tidak lagi memakai standar halal dan haram menurut aturan Ilahi.
Kemudian penerapan sistem Demokrasi+Kapitalisme melahirkan pemimpin yang memiliki pandangan bahwa segala sesuatu termasuk pengurusan masyarakat dipandang dengan kacamata bisnis.
Apabila dinilai ada untungnya maka akan diurusi, jika tidak maka tak dihiraukan. Mereka lupa tugasnya yang sebenarnya adalah sebagai pelayan masyarakat dan kelak kepengurusannya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt.
Sudah seharusnya Negara hadir berperan serius dalam mengurusi masyarakatnya. Aksi premanisme ini terjadi tidak lain karena kebijakan yang tidak memihak pada masyarakat melainkan hanya pada korporat. Kemudian, sedikitnya lapangan pekerjaan, namun harga kebutuhan semakin tinggi, sehingga menyebabkan tidak sedikit dari mereka harus memilih jalan menjadi preman untuk bisa menghidupi diri dan keluarga.
Sementara itu, hukum yang lemah dan sistem sanksi yang tidak tegas dan tebang pilih akibat dari penerapan Demokrasi-Kapitalisme menjadikan semakin merebaknya aksi premanisme dan menjadikan masyarakat tidak lagi merasakan keamanan.
Islam Memberikan Jaminan Keamanan
Islam merupakan agama yang sempurna karena berasal dari Allah yang Maha Sempurna. Islam memiliki aturan yang komprehensif, yakni untuk mengatur seluruh aspek kehidupan, baik individu, masyarakat hingga negara.
Islam menjaga keamanan fisik dan stabilitas masyarakat agar terhindar dari bahaya, kejahatan dan konflik.
Pemimpin dalam Islam akan bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakatnya serta menerapkan sanksi yang tegas dan membuat jera pada pelaku premanisme. Sebab, pemimpin dalam Islam menyadari bahwa kelak akan dimintai pertanggungjawaban terhadap masyarakat yang dipimpinnya.
Negara dalam Islam akan hadir memberikan lapangan pekerjaan yang banyak dan layak bagi masyarakat terutama para kepala keluarga. Kemudian memastikan harga kebutuhan pokok stabil, bahkan memastikan tidak adalagi masyarakat yang kelaparan.
Sebagaimana kisah yang populer yakni Amirul Mukminin Umar bin Khattab yang memikul sendiri gandum dan daging kepada keluarga yang tengah kelaparan dan menahan lapar serta seorang ibu yang hanya menghibur anaknya dengan memasak batu. Luar biasa membuktikan bahwa pemimpin dalam Islam takut jika kelak masyarakatnya mengadu kepada Allah terkait kepemimpinan.
Selain itu, kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang kepemimpinannya ± 2 tahun, namun pencapaian luar biasa beliau dalam memakmurkan dan mensejahterakan masyarakatnya pada saat itu. Bahkan tidak ada lagi masyarakat yang membuka pintu rumahnya sebagai pertanda bahwa tidak ada lagi rumah yang butuh untuk diberikan zakat oleh Negara.
Oleh karena itu, sudah saatnya manusia menyadari bahwa bahwa kejahatan kriminalitas yang terjadi saat ini termasuk aksi premanisme adalah karena tidak diterapkannya aturan Allah dalam kehidupan, baik individu, masyarakat bahkan negara.
Maka dari itu, menerapkan aturan Islam secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan adalah satu-satunya solusi mencegah premanisme dan kerusakan lainnya di bumi. Alhasil, kebaikan, keamanan, kesejahteraan serta keberkahan bisa dirasakan oleh manusia. Sebagaimana Firman Allah Swt. berikut:
“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi.” (TQS. Al-A’raf: 96)
Sudah saatnya kita kembali menerapkan aturan Islam secara menyeluruh agar seluruh manusia dan alam semesta dapat merasakan Rahmat dan berkah dari Allah Swt., sebagaimana tujuan Islam diturunkan kepada manusia agar menjadi Rahmat bagi seluruh alam. **
Wallahu a’lam bishowab.[]







