Perang Semikonduktor China Vs AS

China bukannya tidak berdaya. Hampir semua tugas yang dapat dilakukan oleh chip canggih juga dapat dilakukan oleh chip kuno, meskipun dengan biaya konsumsi daya yang lebih tinggi, konsumsi material yang lebih besar, dan biaya yang lebih tinggi seperti menggunakan dua chip alih-alih satu.

 Industri chip China dapat menemukan cara untuk mengatasi sanksi dan tidak mungkin untuk mengendalikan semua chip di dunia termasuk chip militer, kedirgantaraan, dan chip teknologi tinggi.

Jika ada 10.000 chip, perusahaan China dengan bisnis internasional akan selalu dapat memperolehnya, meskipun mungkin harus melalui tiga negara berbeda.

Cendekiawan Tiongkok seperti Xin Yuching yang mengajar di Institut Pascasarjana Nasional untuk studi kebijakan di Tokyo optimis bahwa Tiongkok akan mampu memproduksi chip kelas atas sendiri di masa mendatang. Sanksi akan memaksa perusahaan Tiongkok untuk melakukan penelitian dan pengembangan sendiri serta menginvestasikan lebih banyak waktu dan uang.

Baca Juga Berita Ini:  Yahudi Memusuhi Semua Umat Manusia

Baru-baru ini Institut Semikonduktor dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok mengumumkan pengembangan prosesor konvolusi Optik yang sangat terintegrasi menurut perhitungan. Komputasi Optik memiliki keunggulan bandwidth tinggi, latensi rendah, dan konsumsi daya rendah. Kecepatan pemrosesannya 1,5 hingga 10 kali lebih cepat daripada chip GPU Nvidia.

Yang lebih penting lagi, chip optik tidak memerlukan fotolitografi untuk produksi sehingga tidak ada masalah kemacetan. Ini bukan sekadar kasus menyalip di tikungan, tetapi perubahan arah secara menyeluruh. Selain itu, chip optik diharapkan dapat menghindari masalah tipe data yang ada dalam paradigma Komputasi Von Neumann.

Di masa lalu karena adanya Hukum Moore sangat sulit untuk meningkatkan kinerja prosesor dan proses Chip harus dikurangi sedikitnya setengahnya setiap dua tahun. Ini berarti bahwa jika China saat ini memproduksi chip 28 nanometer maka akan memakan waktu setidaknya 10 tahun untuk mengejar ketinggalan dengan dua nanometer TMSC.

Baca Juga Berita Ini:  "Chip in with Taiwan” Demi Perdamaian dan Kemakmuran Global

Akan tetapi, mengganti mesin uap tidak pernah berarti membangun mesin uap yang lebih baik. Mengganti kereta kuda tidak berarti membangun kereta kuda yang lebih cepat. Dan mengganti chip tidak berarti membangun chip yang lebih kompak.

Kemajuan yang dibuat Akademi Ilmu Pengetahuan China dalam teknologi chip optik dapat dikatakan sebagai langkah terakhir dalam komersialisasi dan langkah terbesar dalam memaksimalkan keuntungan. Kemajuan ini tidak hanya berpotensi mempengaruhi tata letak global industri chip optik, tetapi bahkan mungkin menjadi kunci era berikutnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *