Lapas Luwuk Cetak Sejarah, Pura Maitri Santhi Diresmikan Kakanwil Ditjenpas Sulteng

KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan pelayanan prima bagi Warga Binaan. 

Hal ini dibuktikan dengan diresmikannya Pura Maitri Santhi, sebuah sarana ibadah baru bagi Warga Binaan umat Hindu, yang disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, pada Rabu (11/02).

Momen utama dalam kegiatan ini ditandai dengan penyerahan bangunan Pura dari pihak Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banggai kepada pihak Lapas Luwuk. 

Penyerahan ini simbol sinergi kuat antara lembaga keagamaan dan institusi Pemasyarakatan dalam mendukung program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan.

Peresmian ini menjadi tonggak sejarah bagi Lapas Luwuk dalam mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang Prima.

Kehadiran Pura Maitri Santhi diharapkan menjadi pusat transformasi mental dan spiritual, selaras dengan semangat reintegrasi sosial yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Ketua PHDI Kabupaten Banggai, I Nyoman Sumerta menyampaikan bahwa pembangunan Pura ini merupakan wujud kepedulian terhadap kebutuhan spiritual Warga Binaan agar tetap terhubung dengan nilai-nilai ketuhanan selama menjalani masa pidana.

Baca Juga Berita Ini:  Lapas Luwuk Panen Sawi Hidroponik, Karya Produktif Warga Binaan

“Kami menyerahkan bangunan Pura Maitri Santhi ini kepada Lapas Luwuk dengan harapan sarana ini dapat digunakan sebaik-baiknya sebagai tempat menempa diri. 

Kami ingin Warga Binaan di sini mendapatkan hak spiritual yang layak sehingga mereka memiliki bekal mental yang kuat untuk kembali ke masyarakat,” ujar Nyoman Sumerta.

Menerima penyerahan tersebut, Kalapas Luwuk, Muhammad Bahrun menyampaikan rasa terima kasih dan komitmennya untuk menjaga serta memaksimalkan fungsi Pura tersebut dalam program pembinaan rutin.

“Kami menerima amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Pura Maitri Santhi akan menjadi pilar penting dalam mewujudkan Lapas Prima di Luwuk. 

Kami berterima kasih kepada PHDI Banggai yang telah berjalan beriringan dengan kami dalam memanusiakan Warga Binaan melalui pendekatan agama,” ungkap Bahrun.

Kakanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, yang menyaksikan langsung prosesi serah terima tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. 

Baca Juga Berita Ini:  “Dini Hari Berdarah di All Swalayan: Pegawai Tewas, Perampok Mengamuk Saat Rencana Gagal Total”

Menurutnya, sinergi antara Lapas dan lembaga keagamaan seperti PHDI adalah kunci keberhasilan pembinaan.

“Pembangunan Pura Maitri Santhi ini adalah bukti nyata bahwa Lapas Luwuk tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga sangat memperhatikan hak dasar Warga Binaan untuk beribadah.

Sinergi dengan PHDI Banggai ini memastikan bahwa pembinaan mental yang diberikan memiliki kualitas yang sama dengan di luar Lapas,” ujar Bagus Kurniawan.

Acara peresmian berlangsung dengan khidmat, diawali dengan prosesi adat dan doa bersama. 

Dengan berdirinya Pura Maitri Santhi, kini sarana ibadah di Lapas Luwuk semakin lengkap, melengkapi masjid dan gereja yang sudah ada sebelumnya.

Hal ini mempertegas posisi Lapas Luwuk sebagai institusi yang menjunjung tinggi toleransi dan nilai-nilai hak asasi manusia.

Hadirnya fasilitas baru ini diharapkan dapat memotivasi Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri dan menjaga keharmonisan di dalam Lapas, demi terciptanya suasana yang aman, tertib, dan damai. Red/Humas-LPLuwuk**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *