Kreativitas di Balik Jeruji, Ban Bekas Lapas Luwuk Tembus Pasar Luar Banggai

KABAR  BANGGAI  –  Pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali menunjukkan hasil nyata. Salah satu produk hasil karya Warga Binaan berupa tong sampah berbahan dasar ban bekas berhasil terjual kepada masyarakat luar Lapas, yaitu Bengkel Makassar Motor yang berlokasi di Kelurahan Maahas. Sabtu (03/10/2026).

Tong sampah tersebut merupakan hasil kreativitas Warga Binaan yang memanfaatkan ban bekas dan mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual. Pemanfaatan bahan bekas tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembinaan kemandirian yang mendorong Warga Binaan untuk menghasilkan produk kreatif dan produktif.

banner 900x250

Penjualan produk kepada pihak luar Lapas menjadi salah satu indikator bahwa hasil pembinaan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang diminati dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pemilik Bengkel Makassar Motor, Rama Algifari, menyampaikan bahwa dirinya tertarik membeli tong sampah tersebut karena bentuknya unik, memiliki fungsi yang jelas, sekaligus memanfaatkan bahan bekas yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna.

“Saya tertarik karena tong sampah ini dibuat dari ban bekas dan hasilnya cukup bagus. Selain bisa digunakan di bengkel, produk ini juga memiliki nilai kreativitas. Menurut saya, membeli produk seperti ini sekaligus membantu mendukung hasil karya Warga Binaan,” ujar Rama.

Baca Juga Berita Ini:  Kakanwil Ditjenpas Sulteng Perkuat Lapas Luwuk: Kolaborasi Jadi Kunci Utama Capai Tujuan Organisasi

Menurutnya, produk hasil karya Warga Binaan perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat agar semakin banyak pihak yang mengetahui dan memberikan apresiasi terhadap keterampilan yang mereka miliki.

Sementara itu, salah seorang Warga Binaan berinisial Z, yang terlibat dalam pembuatan produk tersebut, mengaku senang karena hasil karyanya dapat diterima dan diminati oleh masyarakat.

“Saya merasa senang dan bangga karena produk yang saya kerjakan bisa terjual dan digunakan oleh masyarakat. Ini membuat saya semakin semangat untuk belajar dan menghasilkan karya yang lebih baik lagi,” ungkap Z.

Ia berharap kegiatan kerja di Lapas dapat terus memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan yang nantinya dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, mengapresiasi adanya produk hasil karya Warga Binaan yang mampu menembus pasar masyarakat luar Lapas. Menurutnya, penerimaan masyarakat terhadap produk tersebut menjadi bagian penting dalam melihat kebermanfaatan program pembinaan kemandirian.

“Terjualnya produk tong sampah hasil karya Warga Binaan kepada masyarakat merupakan salah satu indikator bahwa pembinaan kemandirian yang kami laksanakan dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Ini tentunya menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan kegiatan kerja dan keterampilan Warga Binaan,” ujar Bahrun.

Baca Juga Berita Ini:  Mapenaling Lapas Luwuk, Tahanan Baru Dibekali Aturan Hukum dan Edukasi Kesehatan

Ia menambahkan bahwa Lapas Luwuk akan terus mendorong Warga Binaan untuk menghasilkan berbagai produk yang kreatif, berkualitas, dan memiliki peluang untuk dipasarkan.

“Kami tidak ingin pembinaan hanya berhenti pada pemberian keterampilan. Harapannya, keterampilan tersebut dapat menghasilkan karya yang benar-benar memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan setelah selesai menjalani masa pidana,” tambahnya.

Pemanfaatan ban bekas menjadi tong sampah juga menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan dapat mendorong kreativitas Warga Binaan dalam mengolah bahan yang sebelumnya dianggap tidak terpakai menjadi produk yang bermanfaat.

Bagi Lapas Luwuk, setiap produk yang berhasil terjual bukan sekadar transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri, kemandirian, tanggung jawab, dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.

Hasil penjualan produk nantinya akan diberikan kepada Waraga Binaan sebagai premi/upah dan sebagiannya lagi akan disalurkan dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Melalui pengembangan kegiatan kerja yang berkelanjutan, Lapas Luwuk berkomitmen memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berkarya, menghasilkan produk, dan memperoleh apresiasi atas hasil kerja mereka, sehingga proses pembinaan dapat memberikan bekal nyata bagi kehidupan setelah bebas. (Rilis Lapas Luwuk ) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *