Pertamina Goes to Campus Ajak Mahasiswa Unismuh Luwuk Pahami Peran Strategis Hulu Migas

KABAR BANGGAI – Dalam upaya memperkuat pemahaman dunia pendidikan terhadap kontribusi sektor energi nasional, manajemen PT Pertamina EP (PEP) Donggi Matindok Field menggelar program Pertamina Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa ini dirancang sebagai wadah edukasi strategis untuk mengenalkan dinamika industri hulu minyak dan gas (migas) langsung kepada generasi muda di sekitar wilayah operasi perusahaan.

banner 900x250

PEP Donggi Matindok Field sendiri merupakan bagian dari Zona 13, Regional Indonesia Timur, di bawah Subholding Upstream Pertamina. Melalui kegiatan interaktif ini, perusahaan berkomitmen untuk terus merangkul institusi pendidikan guna membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya ketahanan energi nasional serta tantangan global di sektor energi masa depan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk, Sutrisno K. Djawa, menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi yang terjalin untuk kedua kalinya ini. Menurutnya, sinergi antara dunia industri dan akademisi merupakan langkah nyata dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

“Momen ini sekaligus memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk selalu mengoptimalkan potensi dan kemampuan diri dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,” ujar Sutrisno di hadapan ratusan mahasiswa yang memadati ruangan.

Baca Juga Berita Ini:  Banggai Raya: Tiga Kabupaten, Satu Mimpi Besar Untuk Destinasi Wisata

Sutrisno juga menekankan pentingnya memahami bahwa Pertamina bukan sekadar perusahaan pencari laba, melainkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola kekayaan alam demi kepentingan bangsa.

Ia mengingatkan para mahasiswa bahwa sumber daya alam fosil memiliki keterbatasan jangka waktu. Oleh karena itu, pendekatan pengembangan kapasitas sumber daya manusia serta penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi kunci utama.

Kehadiran investasi hulu migas di Kabupaten Banggai, lanjut Sutrisno, memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian daerah sekaligus mendorong peningkatan kualitas SDM lokal agar mampu bersaing secara global. Ia berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menyimak materi dari para narasumber secara seksama guna menyerap ilmu seluas-luasnya.

Sementara itu, Field Manager Pertamina EP Donggi Matindok, Muhammad Sidik Angsari, memaparkan secara komprehensif mengenai profil global Pertamina serta struktur organisasi di dalam tubuh perusahaan, khususnya pada lini Upstream (Hulu).

Ia menjelaskan bahwa Subholding Upstream Pertamina dibagi ke dalam lima regional utama yang mencakup wilayah operasional nusantara hingga kancah internasional.

Baca Juga Berita Ini:  Saat Harapan Petani Terhambat Jalan Rusak, PT KLS Kembali Turunkan Alat Berat
  • Regional 1 : Meliputi Pulau Sumatra.
  • Regional 2 : Meliputi wilayah Jawa Bagian Barat.
  • Regional 3 : Meliputi seluruh Pulau Kalimantan.
  • Regional 4 : Meliputi Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, hingga kawasan timur termasuk Sulawesi Tengah.
  • Regional 5 : Mencakup wilayah internasional seperti Malaysia dan Timur Tengah.

“Fokus kegiatan di Regional 4 terbagi ke dalam Zona 11, 12, 13, dan 14. PEP Donggi Matindok sendiri berada di bawah naungan Zona 13,” terang Sidik di hadapan para peserta.

Selain itu, Sidik juga memberikan pencerahan terkait rencana strategis perusahaan ke depan. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan operasional Pertamina Donggi Matindok ke depan juga melibatkan JOB Tomori, yang rencananya akan bergabung menjadi Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi dengan Pertamina sebagai operator tunggal pada tahun 2027 mendatang.

Melalui kegiatan ini, manajemen Pertamina berharap para mahasiswa Unismuh Luwuk dapat memahami peta jalan industri hulu migas secara utuh, mulai dari tahap eksplorasi hingga eksploitasi.

Mahasiswa dinilai sebagai agen perubahan sekaligus estafet kepemimpinan bangsa yang kelak akan meneruskan tongkat estafet pengelolaan energi nasional secara bijak, inovatif, dan berkelanjutan. ( Imam ) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *